Yenny Rahmawati, 17 Jan 2026
Pengenalan Artificial Intelligence

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menunjukkan bagaimana teknologi komputer berevolusi dari sistem berbasis aturan sederhana hingga mampu belajar secara mandiri dari data. Konsep AI mulai diperkenalkan pada tahun 1950-an dengan tujuan meniru kecerdasan manusia melalui mesin. Pada fase awal ini, sistem AI dikembangkan menggunakan pendekatan symbolic AI, yaitu dengan menanamkan aturan dan logika yang ditulis secara eksplisit oleh manusia. Meskipun menimbulkan optimisme besar, pendekatan ini memiliki keterbatasan karena kurang fleksibel dalam menangani permasalahan yang kompleks dan dinamis.

Memasuki era 1990-an hingga 2000-an, muncul pendekatan Machine Learning (ML) yang membawa perubahan signifikan dalam pengembangan AI. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, machine learning memungkinkan komputer belajar dari data tanpa harus diprogram secara eksplisit untuk setiap aturan. Dengan memanfaatkan algoritma statistik, sistem mampu mengenali pola dan hubungan dalam data serta meningkatkan kinerjanya seiring bertambahnya pengalaman. Pendekatan ini mulai banyak diterapkan dalam berbagai bidang, seperti klasifikasi data, prediksi, dan sistem rekomendasi. Perkembangan AI semakin pesat sejak tahun 2010-an dengan hadirnya Deep Learning, yaitu bagian dari machine learning yang menggunakan jaringan saraf tiruan berlapis. Didukung oleh ketersediaan data dalam jumlah besar dan kemajuan teknologi komputasi, deep learning mampu memproses data kompleks seperti gambar, suara, dan teks dengan tingkat akurasi yang tinggi. Teknologi ini menjadi fondasi bagi berbagai aplikasi AI modern, termasuk pengenalan wajah, kendaraan otonom, dan asisten virtual.

Traditional programming vs Machine learning
Perbedaan mendasar antara pendekatan AI modern dan pemrograman tradisional terletak pada cara sistem menghasilkan keputusan. Pada pemrograman tradisional, manusia menentukan aturan dan logika secara langsung, kemudian komputer menjalankan instruksi tersebut untuk menghasilkan output. Sebaliknya, pada machine learning, sistem diberikan data beserta contoh hasil atau label untuk mempelajari pola secara otomatis. Proses ini menghasilkan sebuah model yang mampu membuat prediksi atau keputusan terhadap data baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Secara keseluruhan, evolusi AI menunjukkan pergeseran dari sistem berbasis aturan buatan manusia menuju sistem yang mampu belajar, beradaptasi, dan mengambil keputusan berdasarkan data, menjadikan AI sebagai teknologi kunci di era digital saat ini.
Jenis-Jenis Pembelajaran dalam Machine Learning

1. Supervised Learning
Pada metode ini, sistem menerima data yang telah memiliki label (data with labels) sebagai masukan. Proses pembelajaran dilakukan dengan membandingkan hasil prediksi model terhadap target yang diketahui, sehingga kesalahan (error) dapat dihitung dan digunakan untuk memperbaiki model. Keluaran (output) dari supervised learning berupa pemetaan (mapping) antara data masukan dan label target, seperti pada tugas klasifikasi dan regresi.
2. Unsupervised Learning
Unsupervised learning menggunakan data tanpa label (data without labels). Model tidak memiliki target yang jelas, sehingga pembelajaran difokuskan pada pencarian pola, struktur, atau hubungan tersembunyi dalam data. Keluaran dari metode ini berupa pengelompokan atau kelas (classes), misalnya pada proses clustering dan dimensionality reduction.
3. Reinforcement Learning
Pada reinforcement learning, sistem menerima state dan action sebagai masukan. Model belajar melalui interaksi dengan lingkungan dengan tujuan memaksimalkan reward yang diperoleh dari hasil evaluasi setiap aksi yang dilakukan. Keluaran dari metode ini adalah aksi (action) terbaik yang dipilih berdasarkan kebijakan (policy) yang dipelajari.
Kesimpulan
Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa perkembangan Artificial Intelligence mencerminkan perjalanan panjang teknologi komputasi dari sistem yang sepenuhnya bergantung pada aturan buatan manusia menuju sistem yang mampu belajar secara mandiri dari data. Pergeseran dari symbolic AI ke machine learning, hingga deep learning, menunjukkan bagaimana AI menjadi semakin adaptif, akurat, dan relevan untuk menyelesaikan permasalahan kompleks di dunia nyata. Dengan memahami perbedaan pendekatan pemrograman tradisional dan machine learning serta jenis-jenis pembelajaran di dalamnya, kita dapat melihat bahwa AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan fondasi penting yang akan terus membentuk inovasi dan transformasi digital di masa depan.

